Categories
PC

5 Tips Berikut Bikin Kamu Gak Pusing Lagi Memilih Prosesor Intel atau AMD

Halo semuanya! Saat kita ingin merakit komputer, tentu kita dihadapkan dengan beberapa permasalahan. Salah satunya adalah memilih prosesor yang akan kita gunakan kedepannya.

Susah gak sih milih prosesor? Sebenarnya gampang-gampang susah, karena kita hanya memiliki 2 pilihan untuk prosesor desktop yaitu Intel dan AMD saja.

Dan ini jadi perdebatan yang tiada henti dari tahun ke tahun.

Tapi masalahnya Intel dan AMD ini memiliki banyak sekali varian dan performa yang berbeda untuk tiap skenario. Hal inilah yang membuat kita jadi bingung pakai prosesor apa pada komputer racikan kita.

Jangan lagi bingung karena kita akan membahasnya untuk kamu.

1. Kalian bisa milih prosesor Intel kalau kalian ingin performa gaming lebih bagus.

 
 

Banyak orang yang bilang kalau untuk gaming pilihlah AMD. Sebenarnya gak salah juga. Prosesor AMD juga cukup baik jika dipakai untuk gaming.

Tapi faktanya adalah prosesor Intel lebih bagus untuk performa gaming karena memilki single thread yang lebih baik dari AMD.

Kalian bisa lihat di review yang ada di YouTube bahwa prosesor Intel memiliki keunggulan yang lebih baik dalam skenario gaming dan skenario lain yang hanya membutuhkan single thread ketimbang AMD.

Hanya perbedaan fps yang ada tidak terlalu jauh. Jika misalnya di Intel mendapatkan 80 fps untuk sebuah game, maka di prosesor AMD hanya berbeda sekitar 10-15 fps saja untuk sebuah sistem yang sama dan kelas prosesor yang sama.

Tapi jika kamu memang berencana untuk gaming kompetitif, memilih Intel adalah pilihan yang bagus.

2. Pilih prosesor Intel jika kalian ingin performa storage yang lebih kencang.

 
 

Hal ini dimungkinkan karena Intel memiliki Intel Optane sebagai booster untuk meningkatkan performa storage. Terutama untuk kalian yang masih memakai harddisk sebagai primary storage, tapi malas untuk mengganti ke SSD.

Cara kerja dari Intel Optane sebenarnya sederhana. Ia menyimpan memori pada saat prosesor ingin mengakses sebuah data dari harddisk untuk pertama kali.

Nah ketika kedua, ketiga, dan seterusnya,  Intel Optane akan menyimpan data tersebut sehingga memperpendek waktu prosesor untuk mengakses sebuah data yang asalnya harus melalui Optane lalu harddisk, menjadi prosesor ke Optane.

Harga Intel Optane juga cukup murah sekarang. Bagi kalian yang masih pakai harddisk, sangat disarankan untuk menggunakan Intel Optane agar kecepatan baca-tulis bisa meningkat.

Namun AMD juga memiliki fitur StoreMI yang cara kerjanya hampir mirip dengan kubu Intel. Hanya dia tidak menggunakan hardware tambahan, tapi sebuah fitur. Jadi lebih praktis, tapi caranya agak rumit. Kapan-kapan kita bahas seputar StoreMI ini ya.

Sayangnya fitur StoreMI hanya bisa digunakan di chipset B450 keatas saja.

3. Pilih prosesor AMD jika kalian ingin harga yang lebih murah untuk sebuah prosesor.

 
 

Tidak bisa kita pungkiri bahwa prosesor AMD memiliki harga yang lebih murah dari kompetitornya untuk prosesor yang sekelas. Beberapa orang yang sensitif dengan harga, pasti lebih memilih AMD sebagai prosesor pada rakitannya karena bisa menghemat uang untuk membeli komponen yang lain.

Ada harga, ada rupa. Pilihlah yang menurut kamu bagus saja.

4. Pilih prosesor AMD kalau kamu suka dengan overclocking

 
 

Overclocking merupakan sebuah kegiatan atau usaha untuk meningkatkan performa dari prosesor tersebut. Biasanya kita memerlukan cooler prosesor yang lebih oke untuk mendapatkan hasil yang maksimal.

AMD lebih terbuka soal overclocking dibandingkan dengan Intel karena semua lini motherboardnya dapat mensupport kegiatan overclocking ini.

Selain prosesornya yang tidak dikunci, motherboard pada ekosistem AMD mampu melakukan kegiatan untuk memeras sistem lebih jauh.

Platform Z dan B pada kubu merah mengizinkan agar bisa mendorong performa prosesor dan RAM lebih tinggi lagi.

Sedangkan platform A tidak bisa melakukan overclocking prosesor, namun masih bisa meng-overclock RAM. Dengan meng-overclock RAM, kita masih bisa meningkatkan sedikit performa prosesor walaupun tidak bisa kita mendorong performanya.

Meskipun begitu, prosesor AMD yang sudah di overclock masih belum mampu mengejar single thread performa dari Intel. Dalam beberapa pengujian yang ada di internet, terlihat Intel 9100f masih lebih perkasa untuk urusan gaming dibandingkan Ryzen 3 3200G.

Tapi bagi kamu yang suka mengotak atik sistem, AMD rasanya jd prosesor yang tepat untuk kamu miliki.

Namun jangan salah. Prosesor Intel memang hanya seri K saja yang bisa di overclock dan hanya bisa dilakukan di motherboard seri Z yang mana harganya cukup mahal. Tapi ketika sebuah prosesor Intel dioverclock, hasilnya jauh lebih baik daripada AMD.

Intel Core i7 9700K mampu dipacu hingga 5GHz lebih untuk semua core nya. Hasil ini bahkan jauh lebih baik daripada AMD Ryzen 7 yang hanya bisa hingga 4,3GHz saja.

5. Pilih prosesor AMD jika kamu ingin meng-upgrade sistem kedepannya

 
 

AMD lebih jarang melakukan pergantian soket dibandingkan dengan Intel. Dari tahun 2016 sampai tahun 2020 saja, AMD masih menggunakan soket AM4 sebagai andalannya.

Sedangkan Intel sudah 2 kali mengganti soketnya dalam rentang waktu tersebut. Hal ini dapat membatasi kita jika kita ingin mengganti prosesor kita menjadi lebih bagus.

Tapi yang unik adalah walaupun beda soketnya, Intel tetap menamai soket terbarunya itu dengan nama LGA 1151.

Misalnya di tahun 2016 kamu cuma punya uang untuk membeli prosesor AMD Ryzen 3 1200, ketika di tahun 2020 kamu bisa beli prosesor yang lebih bagus dan lebih baru. Ryzen 5 3500 misalnya, masih bisa dipasang di motherboard yang dulu kamu beli.

Sedangkan Intel, kamu gak bisa beli prosesor yang baru untuk upgrade. Misalnya kamu beli Intel Core i3 6100, gak bisa upgrade ke Core i5 9400f karena beda soketnya. Kamu hanya bisa upgrade ke i5 7400 saja yang mana generasinya masih generasi lama.

Itulah 5 hal yang bisa kamu pertimbangkan sebelum memilih prosesor. Keduanya terlihat sama bagusnya, namun dengan skenario yang berbeda-beda. Ada yang lebih bagus di gaming, ada juga yang lebih baik dari segi harga. Plus minus lah yah.

Apapun pilihan kalian, pastikan kalau pilihan kalian itu memang yang benar-benar dibutuhkan untuk skenario sehari-hari. Jika ingin gaming yang lebih oke, pilih Intel. Jika ingin murah, pilih AMD.

Sekali lagi keduanya itu relatif. Lebih baik disini bukan berarti AMD tidak bisa menjalankan gaming dengan baik, enggak. Sangat bisa prosesor AMD main game, cuma performanya masih kalah tipis dibanding Intel.

Begitupun dengan harga, disesuaikan dengan kemampuan dan persepsi kata “murah” menurut definisi kalian.

Apakah tercerahkan atau malah jadi tambah bingung?

Kalau tambah bingung, kalian bisa komentar di bawah ya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *