Categories
Hardware PC

Plus dan Minus Merakit PC dengan Komponen Bekas

Merakit PC di tahun 2020 (dan tahun-tahun kedepannya) mungkin jadi hal yang menyenangkan bagi kaum kere hore seperti kami. Kenapa? Karena performa yang ditunjukkan oleh berbagai pabrikan komponen PC semakin lama semakin meningkat.

Termasuk saat ini di tahun 2020. Kita bisa lihat bagaimana bagusnya performa prosesor Intel dan AMD. Performa kartu grafis NVIDIA yang semakin lama semakin powerfull, dan tentunya mahal. Kartu grafis Radeon yang juga semakin baik, hanya masih boros dari sisi daya.

Baca juga: Pilih AMD atau Intel?

Dan komponen-komponen lainnya yang menunjang gaming experience yang baik.

Dengan performa komponen yang semakin baik, tentunya akan mengorbankan varian sebelumnya dari sebuah komponen PC. Misalnya prosesor Intel Core i5 6400 harganya di pasar bekas akan semakin murah seiring dengan kedatangan prosesor Intel yang baru.

Untuk itulah, bagi kaum kere hore bagi kami, merakit PC, terutama untuk gaming dengan komponen bekas adalah solusi yang cukup tepat. Walaupun memang kita gak bisa menikmati kencangnya komponen PC yang sekarang. RTX 3090 misalnya.

Ya mungkin untuk 4 tahun kedepan kita bisa membeli RTX 3090 di pasar bekas. Hanya pasti performanya akan sangat jauh berbeda dengan kartu grafis yang ada di 4 tahun kedepannya.

Saat ini pun kami menggunakan komponen bekas untuk merakit PC kami. Alhamdulillahnya tidak ada kendala yang berarti.

Tapi perlu diingat. Meskipun harga komponen PC bekas saat ini menarik harganya, tetap ada minusnya. Dan itu harus kita terima sebagai pembeli komponen PC bekas.

Apa saja plus dan minusnya kita merakit PC bekas? Kita mulai dari plusnya dulu ya.

Plus #1 Harganya lebih murah dari komponen baru

Harga komponen bekas lebih murah daripada komponen yang baru

Ini tentu saja kelebihan yang tidak dimiliki oleh komponen PC yang baru. Harganya murah. Murah banget malah.

Misalnya saja untuk prosesor kelas 4 core 4 thread, Intel Core i3 9100 dan Ryzen 3 2200G, harganya ada di kisaran 1,6 juta. Sedangkan Intel Core i5 3570 dengan core dan thread yang sama, harganya cuma 500 ribuan aja.

Ya walaupun beda generasinya cukup jauh, faktanya Intel Core i5 3570 dan generasi Ivy Bridge yang lainnya termasuk laris di pasar bekas.

Plus #2 Performanya tidak terlalu jauh berbeda dengan komponen baru di beberapa game

Performa GTX 780Ti lebih rendah ketimbang GTX 1080Ti dengan konsumsi daya yang sama

Percaya atau tidak, kartu grafis GTX 750 Ti yang rilis hampir 6 tahun lalu, masih sanggup melibas game-game masa kini dengan lancar jaya. Gak heran kalau kartu grafis ini jadi kartu grafis bekas yang paling dicari.

Harganya juga murah, kami lihat di marketplace ada di kisaran harga 900-1,1 jutaan.

Dengan harga segitu, kita cuma bisa beli kartu grafis GT 1030 dengan kondisi baru. Tapi ya performanya masih kalah dengan GTX 750 Ti.

Jika kami adalah gamer tapi kerehore, kami lebih memilih untuk membeli GTX 750 Ti bekas daripada GT 1030 baru karena GTX 750 Ti masih bisa menjalankan game berat dengan cukup lancar. Tentunya dikombinasikan dengan prosesor yang bagus juga.

GT 1030 yang punya TDP 30 watt itu mungkin masih cukup oke untuk menjalankan game. Tapi oke banget untuk merakit PC yang hemat daya dan merakit di form factor yang kecil.

Lalu apa minusnya?

Minus #1 Tidak ada garansi

Ketika rusak, kita tidak dapat garansi apa-apa

Membeli komponen PC bekas berarti komponen tersebut sudah digunakan. Entah dalam jangka waktu yang sebentar ataupun lama. Hal ini akan membuat garansi yang dimiliki komponen akan berkurang waktunya dan bahkan habis garansinya.

Jika terjadi kerusakan pada komponen yang dibeli, kita tidak bisa melakukan apa-apa karena tidak ada garansi yang meng-cover kerusakan itu.

Sebenarnya membeli barang bekas itu untung-untungan. Ada yang bekas dan masih bagus, ada juga yang kurang bagus.

Bagi kalian yang sangat consern dengan garansi, merakit PC dengan komponen bekas sebaiknya dihindari.

Minus #2 Boros daya

Kartu grafis lama dibanding yang baru lebih boros listrik

Komponen PC seperti prosesor dan kartu grafis, para produsennya selalu berinovasi untuk membuat produk yang sekencang-kencangnya namun dengan daya yang seminimal mungkin.

Kartu grafis seperti GTX 780Ti mungkin punya performa yang bagus untuk dipakai di tahun 2020, kartu grafis flagship pada zamannya. Namun ketika diukur daya dan performa yang dihasilkan, akan sangat jauh bedanya ketimbang kartu grafis NVIDIA zaman sekarang seperti RTX 2080Ti.

Keduanya memiliki rating TDP yang sama yaitu 200 W. Tapi performa yang dihasilkan sangat jauh berbeda. Performa yang dimiliki RTX 2080Ti jauh lebih baik dibandingkan dengan GTX 780Ti. Dan tentunya punya Ray Tracing dan DLSS (Deep Learning Super Sampling) yang tidak dimiliki oleh GTX 780Ti yang lebih lama.

Minus #3 Tidak bisa menikmati teknologi storage terbaru

SSD SATA belum bisa dimanfaatkan secara optimal karena hanya support sampai SATA 2 saja

Teknologi terbaru yang tidak bisa dinikmati oleh pengguna rakitan bekas ini cukup banyak. Diantaranya seperti SSD NVMe, PCIe Gen4, Intel Optane, dan bahkan belum bisa menikmati kecepatan SATA3 untuk SSD sehingga SSD SATA yang kecepatan maksimalnya bisa mencapai 500 MB/s, hanya bisa setengahnya.

Baca juga: Inilah Kelebihan dan Kekurangan SSD yang Perlu Kalian Tahu

Selain itu beberapa motherboard Intel generasi ketiga ada yang tidak support USB 3.0, yang mana menurut kami itu cukup penting untuk kecepatan pemindahan data dari PC ke flashdisk atau harddisk eksternal misalnya.

Sebenarnya kita bisa mengakalinya. Seperti NVMe, kita bisa membeli adaptor PCI to NVMe. Hanya kami belum tahu cara menggunakannya. Apakah kamu tahu? Boleh dishare di kolom komentar ya.

Minus #4 Upgrade-ability yang terbatas

Limitasi platform membuat upgrade komponen jadi hal yang sulit

Jika kalian memilih untuk merakit dengan komponen bekas, kalian tidak bisa meng-upgrade prosesor, kartu grafis, dan juga memori.

Tidak bisa upgrade prosesor jika kalian beli motherboard Intel generasi ketiga. Ketika kalian beli Intel Core i7 3770, maka tidak bisa upgrade prosesor lagi. Emm sebenarnya platform Intel memang begitu sih. Saat ini saja pengguna Intel generasi 8 dan 9 tidak bisa upgrade ke prosesor Intel generasi 10.

Karena tidak bisa upgrade prosesor, maka pilihan untuk mengganti kartu grafis yang lebih baik lagi ini tidak banyak. Ada potensi bottleneck dengan skenario tertentu. Memang bisa menggabungkan Intel Core i7 3770 dengan RTX 2080Ti. Tapi di beberapa game, hasilnya kurang maksimal.

Selain itu juga tidak bisa mengganti memory dari DDR3 ke DDR4. Jelas karena motherboard DDR3 tidak bisa support memory DDR4.

Merakit komponen PC bekas memang terasa murah. Tapi sebelum kalian merakit PC dengan komponen bekas, pastikan bahwa kalian sudah siap dengan segala kekurangannya. Karena komponen bekas pasti memiliki kekurangan dan jika ada kerusakan, tidak ada garansi yang bisa kalian claim ke si pembuat komponen itu.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *