Skip to main content

Mengenal Sedikit Tentang Apple M1, Prosesor Terbaru Apple yang Berbasis ARM

Apple kemarin merilis banyak sekali produk terbarunya. Tercatat ada sekitar 3 produk baru yang dirilis oleh Apple. Ada jajaran lini MacBook, Mac Mini, dan juga MacOS Big Sur.

Kalau soal bagus atau tidaknya, sudah pasti bagus. Hanya saya cuma bisa melihat saja ketiga produk tersebut dan sadar bahwa itu belum terjangkau oleh kantong saya karena harganya yang bagi saya itu mahal.

Atau mungkin saya bukan target dari produknya Apple.

Yang jadi menarik dari peluncuran produk Apple tersebut, bagi saya, bukan dari produknya. Saya lebih tertarik untuk membahas sedikit dari prosesor yang digunakan oleh ketiga device Apple tersebut.

Adalah Apple M1 yang jadi perhatian saya. Karena prosesor ini merupakan prosesor yang berbasis ARM yang digunakan pada jajaran desktop dan laptop.

Bukan yang pertama memang Apple M1, sebagai prosesor berbasis ARM yang digunakan pada desktop PC ataupun laptop.

Apple mengklaim bahwa Apple M1 ini performanya lebih cepat dari prosesor generasi sebelumnya yang digunakan oleh Apple. Tapi saya juga kurang paham ini lebih cepatnya dari sisi apa dan prosesor mana.

Kalau yang dimaksud adalah prosesor Intel, tentu sungguh menakjubkan bahwa prosesor dengan arsitektur ARM yang terkenal irit daya tapi performanya lumayan, bisa menyaingi prosesor desktop dari Intel yang kita tahu jauh lebih kencang dari prosesor untuk mobile.

Prosesor Apple M1 ini memiliki konfigurasi 8 core CPU dan 8 core GPU. 8 core CPU nya ini terbagi menjadi 2 kluster, saya berasumsi kalau itu menggunakan konfigurasi big.LITTLE yang biasa digunakan pada smartphone.

1 kluster terdiri dari 4 core performa tinggi untuk menjalankan pekerjaan berat dan 1 kluster lagi yang terdiri dari 4 core performa rendah untuk hemat daya ketika melakukan pekerjaan ringan.

Dengan kombinasi ini, dapat membuat MacBook Air dan MacBook Pro jadi jauh lebih hemat daya. Namun dengan performa yang kencang.

Ini bisa terjadi karena Apple yang merancang prosesor Apple M1 dan menggunakan MacOS sebagai sistem operasinya. Tentu dengan optimalisasi yang digunakan Apple dapat membuat prosesor berbasis ARM ini menjadi lebih cepat.

Karena hardware nya dari Apple, software nya juga dari Apple. Jadi lebih mudah untuk mengoptimalkannya.

Apple M1 sendiri hampir sama seperti Apple A12 yang digunakan pada seri iPhone 12 yang sama-sama menggunakan arsitektur ARM dan performanya juga cepat.

Dengan adanya prosesor berbasis ARM yang digunakan pada desktop ini saya jadi berharap bahwa Qualcomm, MediaTek, dan juga perusahaan lainnya juga membawa prosesornya untuk dipasangkan di laptop.

Qualcomm sendiri sudah memperkenalkan prosesor 8cx untuk dipasang pada laptop. Contohnya Galaxy Book S dan Lenovo Yoga 5G. Namun sepertinya laptop ini belum dijual di Indonesia ataupun di pasaran.

Laptop sendiri selain membutuhkan performa yang tinggi, performa baterai juga harus seirit mungkin agar bisa dibawa kemana-mana tanpa perlu khawatir kehabisan baterai. Dengan prosesor arsitektur ARM yang ditanamkan pada laptop, kita bisa mengharapkan laptop akan semakin irit daya.

Selain irit daya, performanya juga harus cukup kencang untuk digunakan sehari-hari. Untuk pelajar misalnya, yang penting bisa browsing, ngetik, dan main game ringan dengan lancar itu sudah sangat cukup.

Dikombinasikan dengan harga yang terjangkau, saya yakin laptop yang berbasis ARM ini kedepannya akan semakin banyak. Microsoft sendiri beberapa waktu yang lalu merilis Windows 10 yang berbasis ARM.

Namun sepertinya Windows 10 berbasis ARM belum siap untuk dirilis secara massal. Sampai saat ini belum ada yang resmi dijual di Indonesia laptop dengan prosesor yang berbasis ARM.

Saya sangat berharap sekali kedepannya akan muncul laptop yang menggunakan prosesor berbasis ARM. Entah itu dengan Snapdragon ataupun MediaTek ataupun apalah. Karena dengan itu, laptop akan semakin lama daya tahan baterainya, namun performanya cukup memuaskan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *