Inilah Faktor yang Mempengaruhi Fast Charging pada Smartphone

Beberapa diantara kita mungkin belum banyak yang mengetahui soal fast charging. Pada smartphone, fast charging ini memiliki nama yang berbeda-beda. Ada Quick Charge, Dart Charging, Rapid Charging, VOOC, dll.

Intinya semuanya adalah sistem pengecasan cepat.

Sistem pengecasan cepat ini dapat membantu kita agar smartphone yang memiliki sistem ini agar melakukan pengisian baterai lebih cepat ketimbang yang tidak memiliki sistem fast charging ini.

Saat ini smartphone yang hadir di Indonesia rata-rata sudah memiliki fitur pengisian baterai cepat ini. Dengan baterai pada smartphone yang semakin besar kapasitasnya, tentunya fitur pengisian cepat ini sangat membantu.

Bayangkan ketika smartphone yang tidak memiliki fast charging dan baterianya berkapasitas 6000 mAh. Akan sangat lama sekali mengisi baterainya.

Tapi apa saja yang dapat mempengaruhi fast charging ini? Karena kadang banyak yang bertanya kenapa fast chargingnya tidak bisa aktif pada saat ngecas?

Faktornya ada 3. Unit smartphone itu sendiri, kepala charger, dan kabel data.

Jika salah satunya tidak terpenuhi, maka fast charging itu sendiri tidak dapat terjadi.

Sebagai contoh jika kamu punya smartphone dan kabel data yang sudah mendukung fast charging, tapi kepala chargernya tidak, maka fast charging tidak bisa dilakukan.

Hal ini karena kepala chargernya tidak mampu mensuplai daya yang cukup sebagai syarat terjadinya fast charging. Walaupun sebenarnya kabel data dan smartphone Anda bisa.

Fast charging sendiri ada banyak jenisnya. Mulai dari 15W, 18W, 24W, 33W, sampai 60W. Atau bahkan bisa lebih dari itu.

Sedangkan jika kepala chargernya mampu mensuplai daya hingga 33W dan smartphone bisa menerima daya sebesar itu, tetapi kabel chargernya tidak, fast charging bisa terjadi bisa tidak.

Ini karena kabelnya sebenarnya bisa support pengisian cepat, tetapi tidak mempu hingga 33W. Maksimal 18W. Tetap fast charging, namun tidak optimal. Dan bisa juga tidak bisa fast charging karena kabelnya tidak mampu mengalirkan daya minimal untuk fast charging.

Terakhir jika kepala charger dan kabel data bisa melakukan fast charging hingga 33W, namun smartphone Anda tidak mampu menerima daya hingga 33W. Maka pengisian cepat bisa dilakukan. Hanya tidak akan sampai 33W.

Jika smartphone Anda hanya mampu menerima daya hingga maksimal 18W, maka hanya 18W saja yang terisi pada smartphone. Jika kurang dari itu maka sebesar itu pula yang akan diterima oleh smartphone.

Ibaratnya smartphone butuh berapa W, maka sebesar itulah yang akan dialirkan dari kepala charger menuju smartphone.

Apakah akan merusak smartphone? Tidak. Smartphone sekarang sudah canggih, mampu membatasi daya yang masuk adalah yang sesuai kebutuhan saja meskipun kepala charger dan kabelnya mampu hingga 60W.

Jadi kalau Anda menemui permasalahan kenapa tidak bisa fast charging dalam pengisian baterai smartphone, cek dulu kepala charger, kabel data, dan smartphone nya itu sendiri. Bisa jadi ada salah satunya yang tidak kompatibel ataupun salah satunya sudah ada yang rusak.

Apakah post ini bermanfaat? Jika iya, bagikan ke Facebook, Twitter, dan Instagram Anda ya!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

%d bloggers like this: