Beli Gadget Bekas? Kenapa Enggak?

Apa iya beli smartphone bekas atau gadget bekas lainnya itu jelek?

Ah gak juga. Tergantung skill dan keberuntungan kita saat membeli barang bekas itu. Terutama smartphone dan laptop.

Dulu saya sering sekali beli smartphone sewaktu awal-awal kerja karena merasa punya uang banyak. Tapi setelah punya anak, dan bertambahnya usia membuat keinginan untuk sering beli smartphone ini hilang dengan sendirinya.

Serius. Semakin tua semakin mawas diri buat beli gadget baru. Semakin ketat dalam mengeluarkan uang. Walaupun gak semua seperti itu ya.

Karena ketika sudah punya anak itu seperti ada yang berbisik “hey lu udah punya anak. Buat bajunya masih ada ga? Popok masih ada ga? Susu aman gak nih?”.

Gitu aja terus.

Banyak hal yang harus dibeli ketika sudah mempunyai anak. Dan juga tentu kita harus mengalokasikannya dengan tepat. Belum lagi untuk istri kita dan juga untuk kebutuhan kita kedepannya bagaimana. Ga mungkin dong gaji kamu dipake buat beli gadget semuanya? Mau makan apa besok?

Kalau soal smartphone atau barang elektronik lainnya, udah hampir dua tahun ini saya beli barangnya bekas. Tapi tentunya bekas yang berkualitas juga. Tapi terbatas hanya untuk smartphone dan laptop aja. Barang elektronik kaya kulkas atau TV ya mending beli baru ya.

Awalnya saya merasa ragu dan kadang aneh juga. Kok bisa sebegitunya yakin sama seller gadget bekas yang kita gak tau orangnya gimana, tokonya gimana. Cuma bermodal feeling sama reputasi seller gadget online aja, deal barang terbeli.

Tapi lama kelamaan, saya justru lebih suka beli gadget bekas. Karena harga bisa lebih murah dari harga barunya. Tentunya bisa hemat keuangan juga. Saya senang, keluarga juga tenang.

Baru-baru ini juga saya beli laptop bekas di marketplace. Tapi ada sedikit kendala di pengecasannya yang gak jalan. Untungnya seller bertanggung jawab untuk mengirimkan charger laptop baru.

Ya memang sih beli laptop atau smartphone bekas itu untung-untungan. Kadang untung, kadang buntung. Tapi kalau kita teliti dan cermat, harusnya resiko-resiko yang ada bisa dihindari setidaknya 80% kita yakin barangnya aman.

Kenapa sih gadget bekas itu begitu menggoda?

Menurut saya gadget-gadget zaman dulu, misalnya laptop Dell dengan spesifikasi Intel Core i5 generasi 3 mungkin terlihat jadul. Tapi sebenarnya kalau mau dipake untuk kebutuhan office dan gaming sih masih bisa banget. Kebutuhan lain pun ya masih oke-oke aja harusnya.

Pengalaman saya menggunakan laptop bekas sudah saya tulis di blog ini. Saya pakai laptop Dell Latitude E6330 varian Intel Core i3 generasi 3.

Spoiler sedikit, laptop itu masih oke banget kalau buat multimedia non gaming. Cuma berat aja sih laptopnya dan penampilannya looks so old.

Tapi kalau kamu mampu buat beli laptop atau smartphone yang baru dan kelas atas, ya lebih baik beli yang baru aja. Performa pasti lebih tinggi daripada smartphone atau laptop yang lama. Baterai juga pasti lebih awet dan tenaga juga ada dengan daya yang jauh lebih irit dari laptop lama.

Pada akhirnya semua kembali ke dana yang tersedia dan selera kita. Pasti ada yang lebih memilih gadget baru dan ada pula yang memilih gadget bekas. Seperti saya.

Cuma cerita ringan saja. Soalnya udah dikit banget blog yang isinya ringan.

Tinggalkan komentar

%d blogger menyukai ini: