ssd sandisk

4 Cara Gampang Memilih SSD SATA agar Tidak Salah Beli

Kita semua sepakat bahwa SSD bisa mempercepat kinerja PC kita secara signifikan. Yang paling terasa adalah ketika kita menggunakan PC yang sangat jadul atau laptop yang spesifikasinya rendah, lalu kita ganti harddisk yang ada dengan menggunakan SSD. Itu bener-bener berpengaruh banget terhadap kinerja PC secara keseluruhan.

Kalau ada yang belum tahu kelebihan dan kekurangan SSD, bisa dibaca dulu ya di link.

Ini bener-bener saya rasakan ketika saya mengganti harddisk yang ada pada laptop ibu saya dengan SSD SATA, karena memang tidak ada slot SSD NVMe di laptopnya karena laptop ibu saya ini jadul banget.

Awalnya saya berencana buat mengkloning isi dari harddisk ke SSD. Tapi karena laptop ibu saya ini lambat sekali, akhirnya saya memutuskan untuk install fresh saja. Data-data yang ada di harddisk saya backup dulu dan ketika sudah beres clean installation di SSD, baru saya pindahkan semua datanya.

Dan Alhamdulillah laptop ibu saya bisa jauh lebih cepat ketika sudah saya ganti menggunakan SSD. Biarpun hanya SSD SATA aja, hal ini bener-bener signifikan sekali perubahannya.

Mulai dari waktu menyalakan laptop, buka aplikasi, sampai mematikan laptop, semuanya JAUH LEBIH KENCANG dibandingkan ketika masih menggunakan harddisk.

Setidaknya ibu saya bisa lebih nyaman menggunakan laptop untuk menyelesaikan pekerjaannya dibandingkan dulu sewaktu masih memakai harddisk.

Proses pergantian dari harddisk ke SSD

Lalu gimana caranya milih SSD? Kan ada banyak merk di pasaran dan harganya juga variatif.

Ini cara saya milih SSD yang cocok.

PS: Cara ini mungkin akan berbeda dengan cara yang kalian punya. Kalau boleh, tulis aja di kolom komentar biar saya bisa baca dan jadi menambah pengetahuan bagi saya.

1. Alokasi biaya untuk SSD dan kapasitasnya

Anggaran untuk SSD baiknya diperhatikan dulu mengingat harga SSD itu makin mahal kalau kapasitasnya makin besar. Nah hal ini juga sejalan dengan kapasitas berapa yang kalian butuhkan untuk dipasang di laptop. Apakah 250GB cukup? Atau malah kalian perlu yang kapasitasnya 1TB.

2. Brand

Saya termasuk orang yang memperhitungkan brand sebagai tolok ukur ketika akan membeli SSD karena saya memperhitungkan garansinya juga.

Beberapa merk memiliki garansi hingga 5 tahun dan itu bagus menurut saya. Karena brand SSD ini juga memperhitungkan perlindungan kepada konsumernya. Kalau ada kerusakan, bisa langsung diperbaiki oleh si pembuat SSD nya.

3. Jenis SSD

SSD SATA lebih cocok digunakan oleh laptop lama karena memang tidak ada konektor SSD untuk NVMe. Tapi kalau gak yakin dengan konektor yang ada di laptop kalian, bisa dibongkar dulu untuk memastikan ada atau tidaknya slot NVMe pada laptop. Kalau ada, ya langsung beli aja yang NVMe.

4. TBW (Terrabyte Written) atau MTBF (Mean Time Between Failure)

SSD punya masa pakai yang berlaku dengan satuan TBW atau MTBF. Setelah melewati TBW atau MTBF tersebut, SSD masih bisa dibaca, tapi tidak bisa ditulis.

Namun jangan khawatir karena kita masih bisa menggunakan SSD tersebut, hanya kita tidak bisa menambahkan file lagi pada SSD yang sudah melewati kapasitas TBW atau MTBF nya.

Tiap brand SSD punya TBW dan MTBF yang berbeda-beda. Cara ngeceknya juga gampang, bisa dicek di situs resminya atau di datasheet produknya.

Kalau di situs resminya gak ada, bisa dicari di situs yang mereview SSD.

SSD yang saya beli untuk laptop ibu saya adalah SanDisk SSD Plus dengan kapasitas 240GB. Setelah saya cek di situs resmi ternyata gak ada informasi soal TBW atau MTBF nya.

Tetapi setelah saya cek di situs storagereview, SSD SanDisk Plus 240GB ini punya TBW 140GB. Cukup besar untuk ukuran 240GB.

Sebagai informasi tambahan, TBW dan MTBF ini makin besar seiring dengan bertambahnya kapasitas SSD. Saya kurang tahu kenapa, tapi kalau ada yang bisa jelasin sih makasih banget.

4 hal tersebut merupakan preferensi saya ketika akan membeli SSD dan seperti yang kalian tahu, saya memutuskan untuk membeli SanDisk SSD Plus 240GB karena 4 aspek tersebut ada di SanDisk.

Dan setelah hampir 2 minggu menggunakan SSD dari SanDisk ini, kinerja laptop ibu saya jadi ngacir, (ya jangan disamain dengan ngacirnya laptop ROG ya). Beda kelas!

Yang penting buka aplikasi lancar, gak terlalu lemot walaupun speknya rendah, itu udah cukup banget buat ibu saya.

Punya pengalaman ganti harddisk ke SSD? Boleh share di kolom komentar yak!

Related Posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

%d bloggers like this: